Silahkan Di Baca

Selasa, 27 Oktober 2009

Sambutan Pelantikan Menteri KIB II

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PELANTIKAN MENTERI KABINET INDONESIA BERSATU II
ISTANA NEGARA, 22 OKTOBER 2009




Bismilahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,

Hari ini dengan ridho Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, kita bersama-sama menghadiri Pelantikan Menteri dan Anggota Kabinet Indonesia Bersatu. Oleh karena itu, saya ucapkan terima kasih atas kehadiran para Tamu Undangan, Saudara Wakil Presiden RI beserta Ibu, para Pimpinan Lembaga-lembaga Negara, dan Hadirin sekalian.

Atas nama negara, pemerintah dan rakyat Indonesia, saya mengucapkan selamat kepada Saudara-saudara yang baru saja dilantik menjadi Menteri dan para Pejabat Negara di lingkungan Kabinet Indonesia Bersatu II. Pertanggungjawabkan kepercayaan dan kehormatan yang telah saya berikan kepada Saudara-saudara. Abdikan semua pikiran, waktu, dan tenaga Saudara untuk kepentingan rakyat yang kita cintai.

Saudara-saudara adalah putra-putri bangsa terpilih, yang setelah melalui uji dan seleksi yang kredibel dan yang akuntable, saya nilai cakap dan layak untuk mengemban tugas sebagai Anggota Kabinet Indonesia Bersatu II. Tunjukkan dan buktikan semuanya itu dalam medan tugas.

Saudara-saudara telah menandatangani pakta integritas atau kode etik yang akan Saudara jalankan sebagai menteri dan pejabat utama pemerintahan. Saudara juga sudah menandatangani kontrak kinerja, sasaran, capaian apa yang hendak Saudara wujudkan 5 tahun mendatang. Saya harapkan jalankan apa yang telah Saudara-saudara tanda tangani, baik dalam pakta integritas maupun dalam kontrak kinerja, setiap tahun saya akan melakukan evaluasi.

Tugas 5 tahun mendatang sangatlah tidak ringan, baik karena gejolak dunia maupun persoalan di dalam negeri yang sering kompleks dan rumit. Oleh karena itu, siapkan mental, pikiran, dan fisik Saudara-saudara untuk berpikir cerdas dan bekerja keras yang sekali lagi, semuanya diabdikan untuk kepentingan rakyat Indonesia. Memang tidak mungkin kita bisa mengubah dan mencapai semua hal dalam waktu 5 tahun mendatang, tetapi rakyat akan tahu, apakah Saudara, apakah kita sungguh berikhtiar dan bekerja keras.

Menghadapi tantangan, tugas yang kompleks, yang tidak ringan Saudara-saudara, menghadapi kritik, bahkan barangkali kecaman dari sebagian masyarakat kita terhadap Saudara, kita di jajaran Kabinet Indonesia Bersatu, saya berharap Saudara tetap sabar, tegar dan teruslah berikhtiar.

Sebagaimana yang saya sampaikan tadi malam, ketika saya mengumumkan susunan Anggota Kabinet Indonesia Bersatu II, hampir pasti di kalangan masyarakat luas, ada yang puas dan ada yang tidak puas, ada yang pro dan ada yang kontra, ada pula yang menyangsikan apakah Saudara-saudara bisa menjalankan tugas dengan baik. Itulah indahnya demokrasi, itulah wujud dari kebebasan yang makin mekar di negeri tercinta ini. Terhadap itu semua, saya mengajak tidak perlu harus dilawan dengan kata-kata, tetapi jawablah dengan kerja nyata.

Terakhir, mulai hari ini, Saudara-saudara berada dalam jajaran kabinet, dalam jajaran pemerintahan. Darimana pun Saudara berasal, termasuk dari partai politik-partai politik manapun Saudara berasal, saya berharap letakkanlah kepentingan pemerintah, bangsa dan negara di atas kepentingan partai politik, kelompok maupun golongan, jangan dibalik, jangan dibalik. Rakyat secara cerdas akan mengawasi terhadap komitmen ini.

Saya ingin mengingatkan pula, bahwa kita menganut sistem kabinet presidensial. Presiden adalah nakhoda, loyalitas dan garis pertanggungjawaban Saudara adalah ke Presiden bukan ke pimpinan-pimpinan partai politik dalam hubungan tugas pemerintahan. Saya berharap camkan benar, mari kita jalankan bersama.

Akhirnya sekali lagi, saya ucapkan selamat, selamat bekerja dan selamat bertugas. Tuhan beserta kita.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


*****



Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan

[+/-] Selengkapnya...

Pengantar Pengumuman Menteri KIB II 2009-2014

TRANSKRIPSI
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PENGUMUMAN MENTERI KABINET INDONESIA BERSATU II
MASA BAKTI 2009-2014
ISTANA MERDEKA, 21 OKTOBER 2009



Bismillahirrahmanirrahim,
Assalaamu’alaikum Wr. Wb.,
Salam sejahtera untuk kita semua,

Saudara-saudara,
Rakyat Indonesia di manapun Saudara berada yang saya cintai dan saya banggakan,

Alhamdulillah, pada malam hari ini kita dapat berkomunikasi kembali melalui televisi, radio, maupun esok melalui media cetak maupun media-media komunikasi yang lain. Sebagaimana yang telah diketahui oleh masyarakat luas, pada malam hari ini tanggal 21 Oktober tahun 2009, satu hari setelah saya dan Profesor Boediono dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia dan Wakil Presiden Republik Indonesia untuk masa bakti 2009-2014, saya akan mengumumkan nama-nama anggota Kabinet Indonesia Bersatu II.

Sebelum saya menyampaikan nama-nama menteri-menteri yang akan mendampingi saya pada pemerintahan lima tahun mendatang, saya ingin menyampaikan pengantar sebagai berikut: yang pertama. Saya mulai dari yang ringan-ringan, kebetulan ini banyak sekali televisi yang melakukan siaran langsung, live, dan saudara-saudara kita di seluruh tanah air saya kira juga menyaksikan tayangan ini. Saya ingin menyampaikan, setelah saya mengikuti siaran-siaran dari berbagai media massa, utamanya televisi, saya mendengar misalnya komentar dari beberapa presenter. Katanya, batal pengumuman kabinet hari ini. Ada yang berkomentar, mudah-mudahan tidak molor, dan sebagainya.

Ingat, minggu lalu saya jelaskan di Cikeas bahwa saya oleh undang-undang, yaitu Undang-Undang No. 39 Tahun 2008, itu diberikan amanah bahwa, dalam waktu 14 hari harus sudah menyusun kabinet. Saya sampaikan waktu itu di Cikeas, saya ingin susunan kabinet segera dibentuk, dan saya katakan kalau semuanya berjalan dengan baik, maka tanggal 21 akan saya umumkan. Dan saya belum melakukan perubahan apapun sehingga kalau ada komentar, jangan molor, batal, ini dan itu, saya berharap rakyat Indonesia mengetahui bahwa saya menyampaikan beberapa hari yang lalu dan itu saya penuhi. Hari ini saya sampaikan susunan Kabinet Indonesia Bersatu II yang insya Allah akan segera saya lantik setelah saya umumkan pada malam hari ini untuk memulai tugasnya.

Saudara-saudara,
Susunan dan personil Kabinet Indonesia Bersatu II ini, tentu saya harapkan bisa menjalankan tugas dengan baik, secara efektif, sehingga keseluruhan program kerja kabinet lima tahun mendatang dapat dicapai dengan hasil yang baik. Yang akan segera saya umumkan adalah 34 nama-nama menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu II ini, sesuai dengan ketentuan undang-undang. Kemudian, saya juga akan mengumumkan beberapa pejabat negara yang turut serta nanti menyukseskan program kerja pemerintah 2009-2014, yaitu Kepala Unit Kerja Presiden Untuk Pengawasan Dan Pengendalian Pembangunan, Kepala Badan Intelijen Negara, dan Kepala BKPM. Sedangkan, tiga pejabat negara yang lain, yaitu Jaksa Agung, Panglima TNI, dan Kapolri belum saya lakukan penggantian. Berarti ketiga pejabat itu tetap menjalankan tugasnya sampai suatu saat nanti saya lakukan pergantian sesuai dengan ketentuan undang-undang.

Dan untuk diketahui oleh Saudara semua dan rakyat Indonesia, dalam waktu dekat saya juga akan menetapkan Dewan Pertimbangan Presiden yang akan bertugas bersamaan dengan masa bakti saya dengan Pak Boediono, 2009-2014 ini, sekaligus juga akan saya tetapkan beberapa wakil menteri yang saya pandang diperlukan untuk mendampingi menteri-menteri tertentu yang memiliki beban tugas yang memerlukan wakil. Akan saya sampaikan departemen atau kementerian apa saja yang memerlukan wakil menteri, dan ini semua tentu sesuai dengan sekali lagi Undang-Undang No. 39 Tahun 2008 Tentang Kementerian Negara.

Saudara-saudara,
Setelah saya umumkan malam hari ini, setelah insya Allah saya lantik besok, pastilah akan menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat luas. Hampir pasti ada pihak-pihak yang tidak puas, yang punya pendapat lain. Saya nilai itu wajar. Tahun 2004 juga begitu. Pada saat kabinet-kabinet sebelumnya ditetapkan juga begitu. Dan itulah indahnya demokrasi.

Saat-saat terakhir, dua-tiga hari ini memang banyak sekali kalangan yang ingin bertemu saya dengan niat terus terang ingin memberikan masukan tentang calon-calon menteri. Dengan segala hormat saya sampaikan, lebih baik tidak bertemu dulu karena sistem sedang bekerja. Saya dengan Pak Boediono sedang berkonsentrasi untuk menyusun kabinet ini. Tentu ini berangkat dari niat yang baik agar saya benar-benar bisa memilih, mengambil keputusan, menetapkan segalanya secaranya rasional dan objektif. Yang jelas, Saudara-saudara, tidak mungkin kami gegabah, tidak mungkin saya begitu saja menetapkan calon-calon menteri ini.

Segera setelah saya dan Profesor Boediono ditetapkan sebagai presiden terpilih dan wakil presiden terpilih untuk masa bakti lima tahun mendatang ini, sejak itu sesungguhnya kami telah bekerja. Saudara juga mengetahui, 10 hari terakhir ini, kami dengan dibantu tim kecil bekerja siang dan malam untuk memastikan proses penyusunan kabinet ini berjalan dengan benar, kredibel, dan dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, kalau nanti ada suara-suara di luar, apapun, itu sekali lagi bagian dari demokrasi, tetapi saya telah menjalankan tugas dan kewajiban saya untuk menyusun menteri ini sesuai dengan kewenangan konstitusional saya dengan proses yang kredibel dan akuntabel.

Dan terakhir sebelum saya umumkan, insya Allah besok pada tanggal 22 Oktober 2009 pukul 13.30, para calon menteri ini akan saya lantik menjadi menteri, menjadi anggota Kabinet Indonesia Bersatu II, dengan harapan tidak ada halangan apapun, tidak ada aral yang melintang sejak saya umumkan pada malam hari ini hingga saat-saat pelantikan beliau-beliau esok.

Para Wartawan yang saya cintai,
Saudara-saudara, Rakyat Indonesia di manapun Saudara berada yang saya banggakan,
Saya ingin membacakan susunan Kabinet Indonesia Bersatu II:
Marsekal TNI (Purn.) Djoko Suyanto sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.
Ir. Muhammad Hatta Rajasa: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
dr. H. R. Agung Laksono: Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat.
Sudi Silalahi: Menteri Sekretaris Negara.
Gamawan Fauzi, S.H., M.M.: Menteri Dalam Negeri.
DR. Raden Mohammad Marty Muliana Natalegawa, B.Sc., M.Phil.: Menteri Luar Negeri.
Prof. DR. Ir. Purnomo Yusgiantoro, M.A., M.Sc.: Menteri Pertahanan.
Patrialis Akbar, S.H.: Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia.
DR. Sri Mulyani Indrawati: Menteri Keuangan.
DR. Darwin Zahedy Saleh, S.E., MBA.: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.
Ir. Mohamad S. Hidayat: Menteri Perindustrian.
DR. Mari Elka Pangestu: Menteri Perdagangan.
Ir. H Suswono, MMA.: Menteri Pertanian.
Zulkifli Hasan, S.E., M.M.: Menteri Kehutanan.
Freddy Numberi: Menteri perhubungan.
DR. Ir. Fadel Muhammad: Menteri Kelautan dan Perikanan.
Drs. H. A. Muhaimin Iskandar, M.Si.: Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
Ir. Djoko Kirmanto, Dipl. HE.: Menteri Pekerjaan Umum.
DR. dr. Endang Rahayu Sedyatiningsih, MPH.: Menteri Kesehatan.
Prof. DR. Ir. Mohammad Nuh: Menteri Pendidikan Nasional.
DR. H. Salim Segaf Al-Jufri, M.A.: Menteri Sosial.
Drs. H. Suryadharma Ali, M.Si.: Menteri Agama.
Ir. Jero Wacik, S.E.: Menteri Kebudayaan dan Pariwisata.
Ir. H. Tifatul Sembiring: Menteri Komunikasi dan Informatika.
Drs. H. Suharna Surapranata, M.T.: Menteri Negara Riset dan Teknologi.
DR. Sjarifuddin Hasan, M.M., MBA.: Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.
Prof. DR. Ir. H. Gusti Muhammad Hatta, MS.: Menteri Negara Lingkungan Hidup.
Linda Amalia Sari, S.IP.: Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Evert Erenst Mangindaan, S.IP.: Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Ir. H. Ahmad Helmy Faishal Zaini: Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal.
Prof. DR. Armida Salsiah Alisjahbana: Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala BAPPENAS.
DR. Ir. Mustafa Abubakar, M. Si.: Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara.
Suharso Monoarfa, M.A.: Menteri Negara Perumahan Rakyat.
DR. Andi Alfian Mallarangeng: Menteri Negara Pemuda dan Olahraga.

Sedangkan ketiga pejabat negara yang ingin saya sampaikan pada malam hari ini, yang memiliki peran penting dalam penyuksesan program kerja Kabinet Indonesia Bersatu II lima tahun mendatang adalah:
DR. Ir. Kuntoro Mangkusubroto, M.Sc.: Ketua Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan.
Jend. Pol. (Purn.) Drs. Sutanto: Kepala Badan Intelijen Negara.
Gita Irawan Wirjawan, MBA., MPA., CPA., CFA.: Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal.

Itulah Saudara-saudara, yang dapat saya umumkan pada malam hari ini, dan sekali lagi kepada seluruh rakyat Indonesia, saya mohon doa restu agar Kabinet Indonesia Bersatu II ini segera bisa menjalankan tugasnya untuk mencapai sasaran-sasaran pembangunan yang pada akhirnya untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Demikian, Saudara, pengumuman saya.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

*****

Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan

[+/-] Selengkapnya...

Rabu, 21 Oktober 2009

Presiden Umumkan 34 Anggota Kabinet Indonesia Bersatu II

Jakarta: Sesuai rencana semula, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Bersatu II pada Rabu (21/10) atau sehari setelah pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2009-2014, di Istana Merdeka, Jakarta. Kabinet ini tetap berangotakan 34 menteri, terdiri atas tiga Menko dan seorang Sekretaris Negara, 20 menteri yang memimpin departemen, dan 10 menteri negara.

Presiden SBY juga mengumumkan tiga pejabat setingkat menteri. Sementara untuk posisi Jaksa Agung, Panglima TNI, dan Kaplori masih dtempati oleh pejabat lama. Berikut susunan dan nama-nama anggota KIB II 2009-2014:

MENTERI KOORDINATOR

1. Menko Politik Hukum dan Keamanan : Marsekal (Purn) Djoko Suyanto
2. Menko Perekonomian : Hatta Rajasa
3. Menko Kesra : R Agung Laksono
4. Sekretaris Negara : Sudi Silalahi

MENTERI DEPARTEMEN

1. Menteri Dalam Negeri : Gamawan Fauzi
2. Menteri Luar Negeri : : Marty Natalegawa
3. Menteri Pertahanan : : Purnomo Yusgiantoro
4. Menteri Hukum dan HAM : : Patrialis Akbar
5. Menteri Keuangan : : Sri Mulyani
6. Menteri ESDM: : Darwin Saleh
7. Menteri Perindustrian : : MS Hidayat
8. Menteri Perdagangan : : Mari E. Pangestu
9. Menteri Pertanian : : Suswono
10. Menteri Kehutanan : : Zulkifli Hasan
11. Menteri Perhubungan : : Freddy Numberi
12. Menteri Kelautan dan Perikanan : : Fadel Muhammad
13. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi : : Muhaimin Iskandar
14. Menteri Pekerjaan Umum : : Djoko Kirmanto
15. Menteri Kesehatan : : Endang Rahayu Sedyaningsih
16. Menteri Pendidikan Nasional : : Mohammad Nuh
17. Menteri Sosial : : Salim Segaf Al Jufri
18. Menteri Agama : : Suryadharma Ali
19. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata : : Jero Wacik
20. Menteri Komunikasi dan Informatika : : Tifatul Sembiring

MENTERI NEGARA

1. Menteri Riset dan Teknologi : : Suharna Suryapranata
2. Menteri Koperasi dan UKM : : Syarifudin Hasan
3. Menteri Lingkungan Hidup : : Gusti Muhammad Hatta
4. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: : Linda Amalia Sari Gumelar
5. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara : : E.E Mangindaan
6. Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal : : Ahmad Helmy Faishal Zaini
7. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas : : Armida Alisjahbana
8. Menteri BUMN : : Mustafa Abubakar
9. Menteri Pemuda dan Olahraga : : Andi Alfian Mallarangeng
10. Menteri Perumahan Rakyat : : Suharso Manoarfa

PEJABAT SETINGKAT MENTERI

1. Kepala BIN: : Jenderal (Purn) Sutanto
2. Kepala BKPM: : Gita Wirjawan
3. Ketua Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan: : Kuntoro Mangkusubroto

[+/-] Selengkapnya...

Selasa, 20 Oktober 2009

Pidato Awal Jabatan Presiden RI 2009 - 2014


PIDATO
AWAL MASA JABATAN
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
TAHUN 2009-2014
Di Hadapan Sidang Paripurna MPR-RI

Jakarta, 20 Oktober 2009

Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,

Yang saya hormati, saudara Ketua, para Wakil Ketua dan segenap anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia,
Yang saya hormati, para mantan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia,
Yang saya muliakan Para Kepala Negara, Kepala Pemerintahan, dan Utusan Khusus Negara-negara sahabat,
Yang saya hormati, para Ketua, para Wakil Ketua dan para anggota Lembaga-Lembaga Negara,
Yang Mulia Para Duta Besar, serta para pimpinan Organisasi Internasional,
Yang saya hormati, Para Gubernur seluruh Indonesia,

Saudara-saudara se-bangsa dan se-tanah air,
Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Hari ini, dengan penuh rasa syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, saya dan Saudara Prof. Dr. Boediono baru saja mengucapkan sumpah di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia untuk mengemban amanah rakyat lima tahun mendatang.

Pada kesempatan yang bersejarah dan insya Allah penuh berkah ini, saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pimpinan dan anggota MPR-RI, pimpinan dan anggota DPR-RI, pimpinan dan anggota DPD-RI, beserta pimpinan dan anggota lembaga-lembaga negara lainnya masa bakti 2004-2009, yang telah bersama-sama bekerja keras membangun bangsa dan negara kita menuju masa depan yang lebih baik.

Kepada saudara Muhammad Jusuf Kalla, Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2004-2009, yang telah mendampingi saya selama lima tahun terakhir, saya ucapkan terima kasih dan penghargaan atas jasa dan pengabdian saudara, baik kepada pemerintah, maupun kepada bangsa dan negara. Pengabdian saudara tercatat abadi dalam sejarah perjalanan bangsa, dan akan dikenang sepanjang masa. Kepada segenap jajaran Kabinet Indonesia Bersatu Masa Bakti 2004-2009, saya ucapkan pula terima kasih dan penghargaan saya, atas upaya yang sungguh-sungguh dalam menjalankan dan menyukseskan program-program pembangunan nasional yang sarat dengan tantangan dan permasalahan yang rumit.

Saudara-saudara,
Kita baru saja melewati periode sejarah 2004-2009 yang penuh dengan tantangan.

Hari ini, bangsa Indonesia patut bersyukur dan berbesar hati. Di tengah gejolak dan krisis politik di berbagai wilayah dunia, kita tetap tegak dan tegar sebagai negara demokrasi yang makin kuat dan stabil. Di tengah badai finansial dunia, ekonomi Indonesia tetap tumbuh positif, dan diprediksi akan mengalami pertumbuhan nomor tiga tertinggi di dunia. Di tengah maraknya konflik dan disintegrasi di belahan dunia lain, bangsa Indonesia semakin rukun dan bersatu.

Karena itu, tepatlah kalau dalam beberapa hari ini di berbagai televisi internasional muncul tayangan, yang menyebut bangsa kita sebagai “remarkable Indonesia” – bangsa yang dinilai berhasil dalam mengatasi krisis dan tantangan yang berat dan kompleks 10 tahun terakhir ini.

Namun, semua itu janganlah membuat kita lengah, lalai, apalagi besar kepala. Ingat : pekerjaan besar kita masih belum selesai. Ibarat perjalanan sebuah kapal, ke depan, kita akan mengarungi samudra yang penuh dengan gelombang dan badai.

Di luar Indonesia, resesi perekonomian global belum sepenuhnya usai. Perdagangan dan arus investai dunia belum pulih. Sementara itu harga minyak dan berbagai komoditas masih berfluktuasi, yang dapat mengancam stabilitas dan kepastian ekonomi kita. Oleh karena itu, walaupun gejala perbaikan perekonomian dunia mulai terlihat, namun kita tidak boleh berhenti untuk terus memperkuat sendi-sendi perekonomian kita, seraya tetap melanjutkan upaya nasional untuk meminimalkan dampak dari krisis dunia tersebut.

Di dalam negeri kita bersyukur, reformasi telah berjalan makin jauh, namun masih belum tuntas. Upaya untuk membangun “good governance” dan memberantas korupsi mulai membuahkan hasil, namun masih perlu terus ditingkatkan. Kemiskinan sudah banyak berkurang, namun upaya peningkatan kesejahteraan rakyat perlu terus dilanjutkan.

Pengalaman menunjukkan, setiap prestasi yang kita capai biasanya akan disusul oleh tantangan - tantangan baru. Tetapi saya percaya, semua tantangan ini, baik yang sudah kita ketahui, maupun yang belum dapat kita bayangkan, akan dapat kita hadapi dan atasi. Insya Allah, bangsa Indonesia akan terus maju untuk meningkatkan kehidupannya yang lebih baik.

Saudara-saudara,
Tahun ini, kita menyaksikan rakyat Indonesia telah menentukan pilihannya dalam Pemilihan Umum yang berlangsung secara damai dan demokratis. Ini adalah kali ketiga kita mampu menyelenggarakan Pemilu secara langsung, umum, bebas, rahasia, serta jujur dan adil. Kita semua mampu melaksanakan kompetisi politik dengan penuh etika dan kedewasaan.

Dalam pemilihan umum, kalah atau menang adalah hal yang biasa. Dalam demokrasi, kita semua menang. Demokrasi menang. Rakyat menang. Indonesia menang. Berkaitan dengan itu, pada kesempatan yang baik ini, saya ingin menyampaikan rasa hormat kepada Ibu Megawati Soekarnoputri dan Bapak Prabowo Subianto, serta Bapak Muhammad Jusuf Kalla dan Bapak Wiranto, atas partisipasi aktif dan kegigihan beliau-beliau sebagai calon Presiden dan Wakil Presiden dalam Pemilu Tahun 2009. Mereka adalah putra-putri bangsa, yang ikut berjasa memekarkan kehidupan demokrasi kita.

Hari ini, saya mengajak segenap komponen bangsa untuk kembali bersatu, dan bersama-sama membangun masa depan kita semua. Dengan semangat baru dan kebersamaan, mari kita songsong pembangunan lima tahun ke depan dengan penuh optimisme dan rasa percaya diri.

Dalam menjalankan amanah rakyat lima tahun mendatang, saya bersama Wakil Presiden, telah menetapkan program 100 hari, program satu tahun, dan program lima tahun ke depan. Esensi dari program pemerintahan lima tahun mendatang adalah peningkatan kesejahteraan rakyat, penguatan demokrasi, dan penegakan keadilan. “Prosperity, Democracy and Justice.”

Peningkatan kesejahteraan rakyat, merupakan prioritas utama. Kita ingin meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui pembangunan ekonomi yang berlandaskan keunggulan daya saing, pengelolaan sumber daya alam, dan peningkatan sumber daya manusia. Ekonomi kita harus tumbuh semakin tinggi. Namun, pertumbuhan ekonomi yang kita ciptakan adalah pertumbuhan yang inklusif, pertumbuhan yang berkeadilan, dan pertumbuhan disertai pemerataan.

Kita juga ingin membangun tatanan demokrasi yang bermartabat, yaitu demokrasi yang memberikan ruang kebebasan dan hak politik rakyat, tanpa meninggalkan stabilitas dan ketertiban politik. Kita juga ingin menciptakan keadilan yang lebih baik, ditandai dengan penghormatan terhadap praktek kehidupan yang non-diskriminatif, persamaan kesempatan, dengan tetap memelihara kesetiakawanan sosial dan perlindungan bagi yang lemah.

Saudara-saudara,
Untuk mewujudkan cita-cita kita semua, utamanya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat, memperkuat demokrasi dan meningkatkan keadilan, ada sejumlah kunci sukses yang perlu kita pedomani dan jalankan bersama.

Pertama, jangan pernah kita menyerah dan patah semangat. Ingat, segala keberhasilan monumental bangsa kita - dari revolusi, pembangunan nasional, reformasi, penyelesaian berbagai konflik, termasuk penanganan tsunami – semua ini hanya bisa dicapai dengan keuletan dan semangat tak kenal menyerah. Sebagaimana sering saya sampaikan dalam berbagai kesempatan, kita harus selalu mengobarkan semangat Harus Bisa ! “Can do spirit ! ”

Ke depan, dengan semangat ”Indonesia Bisa” inilah, kita akan menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah krisis dunia. Dengan semangat inilah kita akan menegakkan ”good governance” dan membasmi korupsi. Dan dengan semangat ini pulalah, kita akan terus mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat kita.

Kunci sukses kedua, adalah perlu terus menjaga persatuan dan kebersamaan. Dalam demokrasi, kita bisa berbeda pendapat, namun tidak berarti harus terpecah belah. Dalam demokrasi yang sehat, ada masanya kita berdebat, ada masanya kita merapatkan barisan. Dalam menghadapi berbagai tantangan dunia yang kian berat, para pemimpin bangsa – apapun warna politiknya – harus bisa terus menjaga kekompakan, mencari solusi bersama, dan sedia berkorban untuk kepentingan bangsa yang lebih besar. Oleh karena itu, dalam melanjutkan pembangunan bangsa yang tidak pernah sepi dari tantangan, dan dalam melaksanakan reformasi gelombang kedua 10 tahun mendatang, marilah terus kita pupuk dan perkokoh persatuan dan kebersamaan kita.

Kunci sukses yang ketiga adalah kita harus bisa menjaga jati diri kita, ke-Indonesia-an kita. Yang membedakan bangsa Indonesia dari bangsa-bangsa lain adalah budaya kita, “way of life“, dan ke-Indonesia-an kita. Ada identitas dan kepribadian yang membuat bangsa Indonesia khas, unggul dan tidak mudah koyak. Ke-Indonesiaan kita tercermin dalam sikap pluralisme atau kebhinekaan, kekeluargaan, kesantunan, toleransi, sikap moderat, keterbukaan, dan rasa kemanusiaan. Hal-hal inilah yang harus selalu kita jaga, kita pupuk dan kita suburkan di hati sanubari kita, dan anak-anak kita. Inilah modal sosial dan potensi nasional yang paling berharga.

Hadirin yang saya muliakan,
Rakyat Indonesia yang saya banggakan,
Mengakhiri pidato ini, saya mengajak segenap rakyat Indonesia, untuk terus melangkah maju sebagai sebuah bangsa yang besar, rukun, dan bersatu. Bangsa yang senantiasa tegak dan tegar menghadapi tantangan, berlandaskan empat pilar kehidupan bernegara, yaitu Pancasila, NKRI, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika.

Kepada para tamu negara-negara sahabat yang berada di tengah kita, terimalah salam persahabatan bangsa Indonesia. Atas nama rakyat dan Pemerintah Indonesia, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Sultan Brunei Darussalam Paduka Yang Mulia Sultan Hassanal Bolkiah, Presiden Timor Leste Yang Mulia Jose Ramos Horta, Perdana Menteri Singapura Yang Mulia Lee Hsien-Loong, Perdana Menteri Australia Yang Mulia Kevin Rudd dan Perdana Menteri Malaysia Yang Mulia Dato Seri Mohamad Najib Tun Hj Abdul Razak. Saya juga mengucapkan selamat datang kepada Utusan Khusus dari Thailand, Republik Korea, Amerika Serikat, Republik Ceko, Sri Lanka, Selandia Baru, Jepang dan Philipina. Kedatangan sahabat-sahabat internasional dalam inaugurasi hari ini merupakan simbol “goodwill” dan kehormatan yang tiada taranya bagi bangsa Indonesia.

Kepada dunia internasional, saya ingin menegaskan bahwa Indonesia akan terus menjalankan politik bebas aktif, dan akan terus berjuang untuk keadilan dan perdamaian dunia. Indonesia akan mengobarkan nasionalisme yang sejuk, moderat dan penuh persahabatan, dan sekaligus mengusung internasionalisme yang dinamis.

Indonesia kini menghadapi lingkungan strategis yang baru, dimana tidak ada negara yang menganggap Indonesia musuh, dan tidak ada negara yang dianggap Indonesia sebagai musuh. Dengan demikian, Indonesia kini dapat dengan leluasa menjalankan “all directions foreign policy” dimana kita dapat mempunyai “a million friends and zero enemy”. Indonesia akan bekerja-sama dengan siapapun yang memiliki niat dan tujuan yang sama, utamanya untuk membangun tatanan dunia yang damai, adil, demokratis dan sejahtera.

Indonesia akan terus berada di garis depan, dalam upaya untuk mewujudkan tatanan dunia yang lebih baik. Kami akan terus menjadi pelopor dalam upaya penyelamatan bumi dari perubahan iklim, dalam reformasi ekonomi dunia utamanya melalui G-20, dalam memperjuangkan Millenium Development Goals, dalam memajukan multilateralisme melalui PBB, dan dalam mendorong tercapainya kerukunan antar peradaban “harmony among civilizations”.

Di tingkat kawasan, Indonesia akan terus berikhtiar bersama negara-negara ASEAN lainnya, untuk mewujudkan Komunitas ASEAN, dan menjadikan Asia Tengara sebagai kawasan yang damai, sejahtera dan dinamis.

Akhirnya, kepada segenap rakyat Indonesia di manapun saudara berada, sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah saudara berikan kepada saya dan Prof. Boediono, untuk melanjutkan kepemimpinan nasional lima tahun mendatang. Mari kita lanjutkan kerja keras dan kerja cerdas kita, guna mencapai prestasi pembangunan yang lebih baik lagi di masa depan.

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, senantiasa memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada kita, dalam membangun bangsa dan negara, menuju bangsa yang sejahtera, demokratis, dan berkeadilan.

Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

[+/-] Selengkapnya...

Template by : Kendhin x-template.blogspot.com